dirkameiokprina

Home » Aktivitas Manajemen Pendidikan

Aktivitas Manajemen Pendidikan

BAB I

                                                     PENDAHULUAN                          

1.1.Latar Belakang

Administrasi dan pembukuan keuangan merupakan salah satu unsur penting dalam dunia pendidikan. Administrasi keuangan dapat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan dan menyempurnakan penyelenggaraan pendidikan, oleh karena itu administrasi keuangan perlu dilakukan dengan cara yang baik dan benar, sebab pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, negara-negara maju sangat memprioritaskan pendidikan untuk warga negaranya sehingga negara tersebut mengelola keuangan pendidikan sedemikian rupa hingga pendidikan dapat diakses secara cuma-cuma demi penaminan mutu sumber daya manusianya. Indonesia termasuk dalam negara berkembang dan sedang mengupayakan pendidikan gratis sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” dan UUD 1945 pasal 31 ayat 2 yang berbunyi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.

Agar program pendidikan dapat berjalan efektif, maka diperlukan administrasi dan pembukuan keuangan dalam pelaksanaanya. Oleh karena itu pelaksana keuangan harus tanggap terhadap segala sesuatu yang sedang terjadi di sekolah, terutama mengenai masalah-masalah yang dialami peserta didik maupun pihak internal dan eksternal sekolah. Administrasi dan pembukuan keuangan merupakan tonggak dari penyelenggaraan pendidikan. Menyadari hal itu diperlukan pembahasan tentang administrasi dan pembukuan keuangan yang lebih mendetail agar para manajer pendidikan dapat memahami akan pentingnya pengelolaan keuangan itu.

Berdasarkan hal tersebut diatas penyusun merasa tertarik untuk memilih judul “Administrasi dan Pembukuan Keuangan” dalam makalah ini.

 

1.2.Rumusan Masalah

  1. Apakah administrasi dan pembukuan keuangan itu?
  2. Apakah tujuan dari administrasi keuangan sekolah?
  3. Apasajakah ruang lingkup dari administrasi keuangan sekolah?
  4. Apakah prinsip-prinsip administrasi keuangan sekolah?
  5. Apasajakah job tenaga administrasi keuangan sekolah?
  6. Apakah prinsip-prinsip pembukuan keuangan sekolah?
  7. Apasajakah macam pembukuan keuangan sekolah?


 

BAB II

PEMBAHASAN

3.1  Pengertian Administrasi dan Pembukuan Keuangan Sekolah

Pengertian Administrasi ada berbagai macam, antara lain:

  1. Menurut Depdiknas (2000) bahwa administrasi keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan .
  2. Menurut Yusran (2007) bahwa administrasi keuangan sekolah adalah Sebagai upaya dalam menciptakan kelancaran dan percepatan pelaksanaan administrasi keuangan Sekolah secara tepat waktu dan tepat sasaran.
  3. Menurut Akhmad Sudrajat (2010) bahwa administrasi keuangan sekolah adalah suatu usaha dan kegiatan pengaturan uang yang meliputi kegiatan perencanaan, sumber keuangan, pengalokasian, penganggaran, pemanfaatan dana, pembukuan, penyimpanan, pemeriksaan dan pengawasan, pertanggungjawaban dan pelaporan uang yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Dengan demikian, administrasi keuangan sekolah dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan,  pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung-jawaban dan pengawasan keuangan sekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan.

Menurut (UU Nomor 28 Tahun 2007 Ps 28) pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

 

 

3.2  Administrasi Keuangan Sekolah

Pembiayaan pendiikan hendaknya dilakukan secara efisien. Semakin efisien suatu sitem pendidikan, semakin kecil dana yang diperlukan untuk pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Untuk itu, bila sistem keuangan sekolah dikelola secara baik akan meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Artinya, dengan anggaran yang tersedia, dapat mencapai tujuan-tujuan pendidikan secara produktif, efektif, efisien, dan relevan antara kebutuhan di bidang pendidikan dengan pembangunan masyarakat.

2.2.1   Tujuan Administrasi Keuangan Sekolah

Tujuan administrasi keuangan sekolah adalah untuk mewujudkan :

  1. Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan secara efisien
  2. Terjaminnya kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah
  3. Tercegahnya kekeliruan, kebocoran atau penyimpangan penggunaan dana
  4. Terjaminnya akuntabilitas perkembangan sekolah
  5. Menciptakan pelayanan administrasi keuangan yang tepat waktu.

2.2.2   Ruang Lingkup Administrasi Keuangan Sekolah

  1. Perencanaan

                        Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam menyusun rencana keuangan sekolah sebagai berikut:

  • Perencanaan harus realistis

Perencanaan harus mampu menilai bahwa alternatif yang dipilih sesuai dengan kemampuan sarana/fasilitas, daya/ tenaga, dana, maupu waktu

  • Perlunya koordinasi dalam perencanaan

Perencanaan harus mampu memperhatikan cakupan dan sarana/ volume kegiatan sekolah yang kompleks

  • Perencanaan harus berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan intuisi

Pengalaman, pengetahuan, dan intuisi, mampu menganalisa berbagai kemungkinan yang terbaik dalam menyususn perencanaan.

  • Perencanaan harus fleksibel

Perencanaan mampu menyesuaikan dengan segala kemungkinan yang tidak diperhatikan sebelumnya.

  • Perencanaan yang didasarkan penelitian

Perencanaan yang berkualitas perlu didukung suatu data yang lengkap dan akurat melalui suatu penelitian

  • Perencanaan yang baik akan menentukan mutu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.
  1. Pelaksanaan

Pelaksana keuangan sekolah dituntut untuk memahami tugasnya sebagai berikut:

  • Paham pembukuan
  • Memahami peraturan yang berlaku dalam penyelenggaraan administrasi keuangan
  • Layak dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap pimpinan dan tugas
  • Memahami bahwa bekerja di bidang keuangan adalah pelayanan
  • Kurang tanggapnya bagian keuangan akan dapat mempengaruhi kelancaran pencapaian tujuan.
  1. Penatausahaan

Ketatausahaan keuangan sekolah diselenggarakan dengan berpedoman pada keputusan Presiden No. 24 tahun 1995 tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional serta Menteri Keuangan. Setiap transaksi keuangan yang berakibat penerimaan maupun pengeluaran atau pembayaran uang, wajib dicatat oleh bendaharawan dalam buku yang sudah ditentukan.

  1. Pelaporan

Pelaporan wajib dilakukan oleh pelaksana keuangan karena melalui kegiatan ini dapat dilakukan pengawasan oleh kepala sekolah, komite sekolah, maupun dari pemerintah mengenai penggunaan dana sekolah.

  1. Pertanggungjawaban

                        Pertanggungjawaban dari semua sumber dana yang dikelola oleh Sekolah untuk membiayai kegiatan yang dilakukan dalam rangka operasional dan perawatan sekolah dilaksanakan dengan menggunakan tata cara sebagaimana diatur dalam petunjuk pelaksanaan masing-masing sumber dana.

  1. Pengawasan

Pengawasan adalah suatu usaha untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan penyimpangan dari rencana instruksi, arahan/ saran dari pimpinan. Dengan pengawasan (controlling) diharapkan penyimpangan yang mungkin terjadi dapat ditekan sehingga kerugian dapat dihindari. Untuk itu, Kepala sekolah dituntut untuk memahami secara garis besar pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana administrasi keuangan, dan paham peraturan-peraturan pemerintah yang mengatur tentang penggunaan dan pertanggungjawaban serta pengadministrasian uang negara.

 

2.2.3   Prinsip-Prinsip Administrasi Keuangan Sekolah

            Administrasi keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah prinsip. Berikut ini dibahas masing-masing prinsip tersebut, yaitu:

  1. a.         Transparansi

Transparan berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai. Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua siswa misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) bisa ditempel di papan pengumuman di ruang guru atau di depan ruang tata usaha sehingga bagi siapa saja yang membutuhkan informasi itu dapat dengan mudah mendapatkannya. Orang tua siswa bisa mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dari orang tua siswa dan digunakan untuk apa saja uang itu. Perolehan informasi ini menambah kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah.

  1. b.         Akuntabilitas

                        Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu (1) adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah , (2) adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, (3) adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat

  1. c.         Efektivitas

                        Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi, karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga. Effectiveness ”characterized by qualitative outcomes”. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

  1. d.        Efisiensi

Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiency ”characterized by quantitative outputs” (Garner,2004). Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:

1)      Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya

Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.

2)      Dilihat dari segi hasil

Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.

 

2.2.4   Job Tenaga Administrasi Keuangan Sekolah

Adapun job dari tenaga administrasi keuangan meliputi:

  • Membuat file keuangan sesuai dengan dana pembangunan.
  • Membuat laporan data usulan pembayaran gaji, rapel ke Pemerintah Kota.
  • Membuat pembukuan penerimaan dan penggunaan dana pembangunan.
  • Membuat laporan dana pembangunan pada akhir tahun anggaran.
  • Membuat laporan Rancangan Anggaran Pendapatan Bantuan Sekolah ( RAPBS ).
  • Membuat laporan tribulan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ).
  • Menyetorkan pajak PPN dan PPh.
  • Membagikan gaji atau rapel.
  • Menyimpan dan membuat arsip peraturan keuangan sekolah.

 

3.3  Pembukuan Keuangan Sekolah

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. Prinsip pembukuan meliputi : 1) pemasukan dan pengeluaran keuangan tercatat secara tertib, disertai dengan bukti tertulis sesuai aturan yang berlaku, 2) pencatatan siap diberikan setiap saat, 3) pembukuan dilakukan secara terbuka.

Macam-macam pembukuan keuangan sekolah:

  1. Buku post (vate book)

Buku pos pada hakikatnya memuat informasi beberapa dana yang masih tersisa untuk tiap pos anggaran. Buku pos mencatat peristiwa peristiwa pembelanjaan uang harian. Kepala sekolah dapat melihat dengan mudah apakah sekolah telah berlebihan dalam membelanjakan uang melalui buku pos. Oleh karena itu, dianjurkan agar kepala sekolah menyelenggarakan buku pos.

Contoh Buku Post

 

Pos : pemeliharaan laboratorium IPA

Anggaran : 8.250.000

Tanggal

Pembelian

Jumlah

Sisa (Rp)

26-02-2010

Mikrosof

3.000.000,00

5.250.000,00

05-03-2010

Alat pengukur suhu

100.000,00

5.190.000,00

10-04-2010

Gelas ukur

550.000,00

2.500.000,00

Dst.      

 

  1. Faktur

Faktur dapat berupa atau lembaran lepas yang dapat diarsipkan. Seperti contoh berikut, faktur berisi rincian tentang (1) maksud pembelian (2) tanggal pembelian (3) jenis pembelian (4) rincian barang yang di beli (5) jumlah pembayaran (6) tanda tangan pemberi kuasa (kepala sekolah ). Hal hal penting yang perlu diperhatikan , antara lain :

  1. Faktur di tulis dan di tanda tangani sebelum uang di bayarkan
  2. Harus ada nomor untuk di agendakan
  3. Kintasi pembeli harus dilampirkan
  4. Faktur untuk mempertanggung jawabkan penggunaan uang umum.

Contoh Faktur Pembayaran

Nama sekolah :…………

FAKTUR PEMBAYARAN

Di bayarkan kepada

Catatan : faktur ini harus di buat rangkap dua

TANGGAL

JENIS BARANG

URAIAN

JUMLAH

26-02-2010

Alat bermain olahraga

Pembelian 3 buah bola sesuai kuintasi terlampir

Rp. 1.500.000,00

Pembayaran dengan cek …………….tunai………………….

Jumlah dalm huruf…………………………………………………….

Jumlah tersebut di ketahui dan di sahkan oleh :

Tanggal …………………………….tanda tangan …………………

 

KEPALA SEKOLAH

Dibayarkan oleh :

Tanggal …………………………………………………..

Tertanda …………………………………………………

 

Tanda tangan juru bayar

………………………………………………………………..

Tanggal

………………………………………………………………..

  1. Buku kas

Buku kas mencatat rincian tentang penerimaan dan pengeluaran uang serta sisa saldo secara harian dan pada hari yang sama, misalnya pembelian kapur tulis. Dengan demikian, kepala sekolah akan segera tahu keluar masuknya uang pada hari yang sama. Termasuk yang harus di catat pada buku kas adalah cek yang diterima dan di keluarkan pada hari itu.

  1. Lembar cek

Lembar cek merupakan alat bukti bahwa pembayaran yang dikeluarkan adalah sah. Lembar cek dikeluarkan bila menyangkut tagihan atas pelaksanaan suatu transaksi, misalnya barang yang di pesan sudah dikirimkan dan catatan transaksinya benar. Orang yang berhak mendatangani lembar cek adalah kepala sekolah atau petugas keuangan.

  1. Jurnal

Kepala sekolah sebagai pengawas keuangan harus membuka buku jurnal yang mana seluruh transaksi keuangan setiap hari dicatat.

  1. Buku besar

Ada data keuangan berarti, informasi dan jurnal hendaknya dipindahkan ke buku besar atau buku kas induk pada setiap akhir bulan. Buku besar mencatat kapan terjadinya transaksi pembelian, keluar masuknya uang saat itu, dan neraca saldonya.

 

Contoh Buku Besar Umum

TANGGAL

NO. FAKTUR

ALAT TULIS

PENGELUARAN

26-02-2010

182/7

Kertas HVS

125.000,00

30-02-2010

182/7

Spidol snowman

174.000,00

Dst .

 

  1. Buku kas pembayaran uang sekolah

Buku kas pembayaran berisi catatan tentang pembayaran uang sekolah siswa menurut tanggal pembayarannya ,jumlah, dan sisa tunggakkan atau kelebihan pembayaran sebelumnya. Pencatatan untuk tiap pembayaran harus segera dilakukan untuk menghindari timbulnya masalah karena kuintasi hilang, lupa menyimpan, atau karena pekerjaan yang bertumpuk

  1. Buku kas piutang

Buku ini berisi daftar / catatan orang yang berutang kepada sekolah menurut jumlah uang yang terutang, tanggal pelunasan, dan sisa utang yang belum di lunasi. Informasi dalam buku ini harus selalu dalam keadaan mutakhir untuk melihat jumlah uang milik sekolah yang yang belum kembali.

  1. Neraca percobaan

Tujuan utama diadakannya neraca percobaan ialah untuk mengetahui secara tepat keadaan neraca pertanggung jawaban keuangn secara tepat, misalnya mingguan atau dua mingguan.hal ini memungkinkan kepalah sekolah sewaktu waktu (selama setahun anggaran ) menentukan hal yang harus di dahulukandan menangguhkan penegluaran yang terlalu cepat dari pos tertentu.

 

 

 

BAB III

PENYIMPULAN

 

3.1  Simpulan

  • Administrasi keuangan sekolah dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan,  pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung-jawaban dan pengawasan keuangan sekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.
  • Prinsip-prinsip administrasi keuangan pendidikan yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivasi, dan efisiensi.
  • Macam pembukuan keuangan yaitu buku pos, faktur, buku kas, lembar cek, jurnal, buku besar, buku kas pembayaran uang sekolah, buku kas piutang, dan neraca percobaan.

3.2  Saran

  • Kepala sekolah sebaiknya memahami akan deskripsi pekerjaan dari pelaksana keuangan, sehingga dapat melakukan pengelolaan, pengarahan dan pengawasan keuangan sekolah dengan benar, untuk penyelenggaraan sekolah yang berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan pendidikan.
  • Pelaksana keuangan seharusnya memiliki kesadaran dan tanggung jawab penuh terhadap dana sekolah agar tidak terjadi penyelewengan dana oleh pihak-pihak terkait demi kemajuan pendidikan Indonesia.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gunawan,Ary H. 2002. Administrasi Sekolah (Administrasi Pendidikan Mikro). Jakarta: PT Rineka Cipta

Kaluge,Laurens. 2003. Sendi-Sendi Manajemen Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press

Tim MPK Bahasa Indonesia Unesa. 2011. Menulis Ilmiah: Buku ajar MPK Bahasa Indonesia. Surabaya: Unesa University Press

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: