dirkameiokprina

Home » Permasalahan Pendidikan

Permasalahan Pendidikan

Masalah yang dihadapi oleh pendidikan nasional, sebagai berikut:

  1. Peningkatan kualitas
  2. Pemerataan kesempatan
  3. Keterbatasan anggaran yang tersedia
  4. Belum terpenuhi sumber daya dari masyarakat secara professional sesuai dengan prinsip pendidikan sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua

Masalah perluasan kesempatan (akses)merupakan dampak nyata dalam memberikan trempat pada demokratis pendidikan, (pendidikan untuk semua) sebagai pendidikan nasional selalu dihadapkan pada masalah kualitas dan kuantitas. Masalah kualitas terdesak oleh masalah kuantitas, terlebih pada masa krisis ekonomi dimana daya dukung ekonomi keluarga semakin melemah yang mengakibatkan banyak usia sekolah tidak dapat melanjutkan sekolah, meningkatnya putus sekolah. Melemahnya kemampuan menyekolahkan sebagai dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan dapat dipahami karena struktur pengeluaran sebagian besar adalah untuk kehidupan primer.

Tabel angka putus sekolah (Ace Suryadi, Balitbang Dikbud, 1998)

Jenjang

1996

1997

1998

Ket

SD

2,6%

4,35%

Meningkat

SLTP

3,25%

5,4%

Meningkat

SLTA

11,08%

23,6%

Meningkat

 

Nilai tukar rupiah US dolar menimbulkan kenaikan harga barang dan jasa termasuk bahan-bahan yang diperlukan untuk proses belajar mengajar. Pengaduan sarana prasarana pendidikan, jasa penataran dilaksanakan dengan satuan harga yang sangat tinggi. Kenaikan harga tersebut telah menyebabkan nilai riil alokasi dana yang diterima APBN menurun dibandingkan dengan sebelumnya. Dengan demikian, hal itu berdampak pada mutu pendidikan. Mutu pendidikan ditentukan oleh kualitas guru dalam melaksanakan PBM, kualitas kepala sekolah dalam memimpin dan menciptakan kultur sekolah yang kondusif, kualitas tenaga administrative dalam menjalankan tugas, dan kualitas siswa dalam arti memiliki motivasi belajar dan kualitas dukungan lingkungan mayarakat terhadap pendidikan.

Berdasarkan beberapa studi yang dilakukan bank dunia, menunjukkan bahwa investasi pendidikan sebagai kegiatan inti pengembangan SDM terbukti telah memberikan sumbangan terbesar dalam tingkat keuntungan ekonomi (MC Machon dan Boediono, 1992). Berdasarkan temuan hasil studi tersebut, bahwa keuntungan ekonomi investasi pendidikan ternyata lebih tinggi daripada investasi fisik dengan perbandingan rata-rata 15,3% dan 9,1%. Ini berarti bahwa investasi dalam pendidikan merupakan upaya yang menguntungkan, baik secara sosial maupun ekonomis. Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa pemerintah masih harus terus diyakinkan dan didorong untuk meningkatkan anggaran belanja untuk membiayai pembangunan di bidang pendidikan.

Kontribusi pendidikan terhadap produktivitas kerja dapat dilihat dari penghasilan pekerja yang selain ditentukan oleh tingkat pendidikan juga ditentukan oleh strategi pasar kerja yang ada di wilayah tertentu.

Penghasilan lulusan sekolah dasar di pedesaan lebih rendah bila dibandingkan dengan wilayah perkotaan. berikut adalah tabel yang menggambarkan tingkat penghasilan lulusan per orang per tahun :

No

Tingkat Pendidikan

Perkotaan

Pedesaan

Rata-rata

1

Tidak sekolah

0,92

0,68

0,74

2

Tamat Sekolah Dasar

1,11

1,19

1,16

3

Tamat SLTP

1,45

1,18

1,35

4

Tamat SMU

2,02

1,53

1,9

5

Tamat Akademi

3,32

2,05

2,98

6

Tamat Universitas

3,78

2,28

3,54

Sumber pusat informatika Depdikbud, 1995

 

Berdasarkan hasil studi di atas, peningkatan mutu pendidikan dalam menunjang produktivitas perlu mendapatkan perhatian lebih. peningkatan mutu pendidikan dan perluasan kesempatan pendidikan ini dikaitkan dengan tuntutan kemajuan IPTEK dan persaingan yang tajam antara negara dalam penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan IPTEK untuk pembangunan. Memasuki millennium ketiga, perdagangan bebas menunjukkan intensifnya di seluruh dunia. Era perdagangan di lai n pihak dapat merupakan ancaman bila kualitas SDM rendah dan produk yang dihasilkan tidak memiliki keunggulan. Lemahnya SDM yang disebabkan tingkat pendidikan rata-rata masih rendah dan kurang sesuai bidang pekerjaan dengan kemampuan, merupakan tantangan bagi kita semua/

Dari pengalaman masa lalu negara maju, kontribusi SDM dalam peningkatan produktivitas nasional makin menonjol dibandingkan sector lain. Sementara itu, jika dilihat kebutuhan biaya untuk meningkatkan mutu pendidikan snagat besar. Misalnya untuk menyelenggarakan PBM di jumlah ideal diperlukan baru mencapai rata-rata 22%, keadaan ini menuntut peran peserta yang lebih besar dari masyarakat / dunia usaha dalam pembiayaan pendidikan.

Sebagai input bagi proses pendidikan, guru memperoleh perhatian khusus karena menyerap sebagian besar (lebih dari 85%) seluruh anggraan pendidikan. Karena biaya untuk guru sangat tinggi, maka upaya peningkatan mutu guru dengan motivasi kerja perlu mendapatkan perhatian. Kelemahan di bidang ini disebabkan oleh rendahnya gaji guru dengan tingkat kesejahteraan guru yang rendah mengakibatkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Pada tingkat mikro pembayaran berdasarkan “merit sistem”, suatu sistem pengajaran berdasarkan prestasi dianggap dapat menolong kinerja guru (Lhoceed dkk, 1990). Banyak studi menunjukkan bahwa mutu pendidikan sangat ditentukan oleh guru, berikut tabel kontribusinya:

No Aspek Persentase

1

Guru

34%

2

Pengelola

22%

3

Sarana Prasarana

26%

4

Waktu Belajar

18%

Hal ini menunjukkan bahwa guru memberikan peranan yang paling besar terhadap deterninan prestasi belajar siswa (Heyneman & Lucky). Peran guru dirasakan semakin penting di tengah-tengah keterbatasan sarana sebagaimana dialami oleh negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, berbagai reformasi pendidikan untuk peningkatan mutu akan kurang mencaapai sasarannya jika tanpa menyentuh guru dan kepala sekolah.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: